MAKALAH
Bersyukur Kepada Allah SWT

Disusun Oleh:
Astri
Okta Viani: 1911330053
Dosen Pengampu:
Bapak Hendri Firmansyah
MANAJEMEN DA’WAH
FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB, DAN DA’WAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
BENGKULU
2019
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Puji dan syukur
kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya. Karena, berkat rahmat dan hidayah-Nya saya bisa menyelesaikan
penyusunan makalah Bahasa Indonesia saya ini. Makalah ini disusun untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah yang berjudul “Bersyukur Kepada Allah
SWT”.
Dalam
penyusunan makalah ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu. Makalah ini telah disusun berdasarkan sumber yang ada,
namun saya menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu,
kritik dan saran demi perbaikan dan penyempurnaan akan saya terima dengan
senang hati. Akhir kata saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bengkulu, Desember 2019
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
1
KATA
PENGANTAR
2
DAFTAR
ISI
3
BAB I PENDAHULUAN
4
A.
LatarBelakang…………………………………………………..…………4
B.
Rumusan
Masalah…………………………………………………………5
C.
Tujuan……………..……………………………………………………....5
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Bersyukur Kepada Allh
SWT…………………………..……….6
2.
Hakikat
Bersyukur..........................................................................................8
3.
Tujuan
Bersyukur……………………………………………………..…….8
4.
Ciri-Ciri Orang Bersyukur.............................................................................9
5.
Mengapa
Harus Bersyukur & Bagaimana Cara Bersyukur?........................10
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan................................................................................................12
B.
Pesan
Dan Saran.........................................................................................12
DAFTAR
PUSTAKA ..............................................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pengertian
Syukur juga berarti Memuji, berterima kasih dan merasa berhutang budi kepada
Allah atas karunia-Nya, bahagia atas karunia tersebut dan mencintai-Nya dengan
melaksanakan ketaatan kepada-Nya. Allah telah memberikan apa yang telah diberikan-Nya kepada kita, seperti
halnya semua alat indra kita serta nikmat kesehatan yang semua itu tidak bisa
diukur dengan material kita. Akan tetapi bagaimana kita harus menyikapi
pemberian yang Allah berikan kepada kita? Bahwasanya Allah menganjurkan kepada
makhluknya untuk mensyukuri nikmat yang diberikan, yaitu dengan satu hal yang
mungkin kadang manusia sendiri lupa apa yang menjadi kewajiban kita sebagai
makhluk Allah, yaitu dengan menjalankan apa yang sudah ditetapkan seperti ;
Perintah untuk menjalankan shalat yang sudah ditentukan dalam Al-Qur’an dan
Hadist, Puasa, Zakat dan lain sebagainya. Perintah atau anjuran – anjuran
tersebut diatas adalah merupakan alat ukur kita seberapa jauh kita dalam
membalas rasa syukur, serta kenikmatan dalam hal kesehatan serta hal yang
membuat kita mampu untuk memenuhi keinginan kita terhadap Allah. Akan tetapi
tentu saja semua hal yang berkaitan kenikmatan di dunia semua itu merupakan
hanya kenikmatan sementara yang nantinya akan diambil oleh Allah SWT.
Oleh karena itu, kita sebagai makhluk Allah yang senantiasa mengharapkan
keridhoan-Nya diharapkan diberi kesadaran dalam mensyukuri nikmat yang sungguh
besar yang telah Allah berikan kepada kita.
B. Rumusan Masalah
Untuk membahas tentang
Akhlaq dengan mengangkat tema mensyukuri nikmat terdapat rumusan masalah
sebagai berikut :
1. pengertian bersyukur kepada Allah SWT
2. Hakikat bersyukur
3. Tujuan Bersyukur
4. Ciri – ciri orang yang bersyukur
5. Mengapa harus bersyukur?
C. Tujuan
Tujuan dari
makalah ini adalah:
1.
Untuk
mengetahui pengertian bersyukur kepada Allah SWT
2.
Untuk
mengetahui Hakikat Bersyukur
3.
Untuk
mengetahui Tujuan Bersyukur
4.
Untuk
mengetahui Ciri- Ciri Orang Bersukur
5.
Untuk
Mengetahui Mengapa Kita Harus Bersyukur & Bagaimana Cara Bersyukur
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Bersyukur Kepada Allh SWT
Syukur
berarti ucapan sikap, dan perbuatan terimakasih kepada allah swt, dan
penggakuan yang tulus atas nikmat dan karunia yang diberikannya. Nikmat yang
diberikan sangat banyak dan bentuknya bermacam2, disetiap detik yang
dilalui maninusia tidak pernah lepas dari nikmat allah, nikmatnya sanggat
besar. Sehingga mausia tidak akan dapat menghitungnya.
Sejak manusia
lahir dengan keadaan tidak tahu apa2, kemudia diberikan pendengaran ,
penglihatan dan hati damai meninggal dunia menghadap allah diakhirat kelak dan
ia tidak akan lepas dari nikmat allah.
Dalam tausyiah
yang disampaikan K.H M arifin ilham disebutkan bahwa Sifat syukur dapat
dibedakan menjadi 9, yaitu ;
1) Syukur kalbiah, yaitu bersyukur kepada ALLAH SWT
yang mana syukur karena berangkat dari hati karena keimanannya kepada ALLAH
SWT, ia imani bahwa semua adalah karunia ALLAH SWT bukan karenaku, ilmuku dan
bukan pula kehebatanku.
2) Syukur akal yaitu
ia muhasabah, evaluasi, renunggi, hayati dan sadari bahwa tidak ada yang
kebetulan,tidak ada yang tidak bermnaksud.
3) Syukur jasad, ia akan
gunakan tubuh ini untuk taat kepada ALLAH SWT, karena ia menyadari ini nikmat
dari-Nya serta menggunakannya dijalan ALLAH SWT.
4) Syukur mata, ia akan selalu
melihat apa yang ALLAH SWT halalkan, dan menjaga matanya dari apa yang ALLAH
SWT haramkan dengan begitu ALLAH SWT akan memberikan kelezatan iman dalam
hatinya.
5) Syukur telingga, ia akan
senantiasa mendengar hal – hal yang baik, ia pandai menjaga pendengaran
yang dimiliki dan untuk mendengar apayang dapat menambah kekuatan
iman kepada ALLAH SWT, seperti : mendenggarkan tausiyah, ayat- ayat Al-
qur’an.
6) Syukur tanggan, ia selalu gunakan dijalan ALLAH SWT, ia
menyadari bahwa tanggan akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat
kelak saat mulut terbungkam.
7) Syukur perut, ia
akan jaga perutnya untuk tidak memakan yang ALLAH SWT haramkan, ia jaga
kesucian zatnya, cara mencarinya, ia tunaikan hak- hak ALLAH SWT, ia
tidak mau makan yang bukan haknya.
8) Syukur kemaluan, ia
tidak akan melakukan kemaksiatan, berzinah kecuali ia akan
melakukan jika dihalalkan ALLAH SWT.
9) Syukur kaki , ia akan
gunakan untuk menuju tempat – tempat ALLAH SWT untuk mencari keridhoan dan
tidak melangkahkan kakinya ke tempat- tempat maksiat.
Nikmat terbagi
menjadi 2 yaitu:
A.
Nikmat
yang menjadi tujuan dan nikmat yang mejadi alat untuk mencapai tujuan.
Sedangkam tujuan utama yang ingin dicapai oleh umat islam ialalah
kebahagiaan diakhirat. Ciri- ciri nikmat ini adalah kekal diliputi oleh
kebahagiaan dan kesenangan sesuatu yang mungkin dicapai dan dapat memenuhi
segaa kebutuhan manusia.
B.
kebersihan
jiwa dalam bentuk iman, dan akhlak yang mulia, kelebihan tubuh (seperti
kesehatan & kekuatan), hal- hal yang membawa sifat-sifat keutamaan seperti
hidayat, petunjuk, pertolongan dan lindungan allah swt.
2.
Hakikat
Bersyukur
Manusia adalah makhluk ALLAH SWT yang diciptakan
dalam bentuk yang sebaik- baiknya dan diciptakan untuk menyembah hanya
kepada-Nya seraya bersyukur atas hidup untuk mencapai keduudkan yang tertinggi
diakhirat kelak. Jikalau kita fikir dahulunya kita tercipta dengan ilmu
pengetahuan yang sedikit dan hanya bisa sedikit berbuat, kini kata memiliki
banyak ilmu pengetahuan serta nikmat yang banyak.
Lantas bagaimana kita tidak bersyukur?
Sementara balasan yang dijanjikan ALLAH SWT apabila
hambanya mensyukuri nikmat- Nya, adalah
kenikmaatannya akan ditambah dan dilipat gandakan nikmat – nikmatnya yang lain.
Orang yang selalu
bersyukur ia akan selalu menginggat ALLAH SWT dalam berdiri, duduk,
sampai tidurnyapun, dari bangun tidur sampai tidur lagi ia akan selalu
berdzikir, dan tidurnya pun untuk mengumpulkan energi untuk besyukur atas niam
(nikmat ALLAH SWT). Inilah hakikat syukur dari hati, akal,lisan dan jasad
sebenarnya.
Nikmat atau rezeki
yang diterima adalah barokah ALLAH SWT, meskipun hanya kecil dan sedikit tetapi
cukup dan menentramkan hati. Karena orang yang selalu bersyukur akan diberikan
keidupan terasa menjadi tentram, damai, tenang, dan bahagia serta terhindar
dari fitnah dan azab dunia serta akhirat.
3.
Tujuan
Bersyukur
Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
“Seluruh makhluk amat butuh pada Allah dalam setiap aktivitasnya, bahkan dalam
diam mereka sekali pun. Secara dzat, Allah sungguh tidak butuh pada mereka”.
Oleh karena itu, Allah katakan bahwa Dialah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji,
yaitu Allah-lah yang bersendirian, tidak butuh pada makhluk-Nya, tidak ada
sekutu bagi-Nya. Allah sungguh Maha Terpuji pada apa yang Dia perbuat dan
katakan, juga pada apa yang Dia takdirkan dan syari’atkan.
Seluruh makhluk sungguh sangat butuh pada Allah dalam berbagai hal
·
Makhluk masih
bisa terus hidup, itu karena karunia Allah.
·
Anggota badan mereka begitu kuat untuk
menjalani aktivitas, itu pun karena pemberian Allah.
·
Mereka bisa mendapatkan makanan, rizki,
nikmat lahir dan batin, itu pun karena kebaikan yang Allah beri.
·
Mereka bisa
selamat dari berbagai musibah, kesulitan dan kesengsaraan, itu pun karena Allah
yang menghilangkan itu semua.
·
Allah-lah yang memberikan mereka petunjuk
dengan berbagai hal sehingga mereka pun bisa selamat.
Di antara bentuk ghina Allah (tidak butuh pada makluk-Nya)
adalah Allah tidak butuh pada ketaatan yang dilakukan oleh orang yang taat.
Tidak memudhorotkan Allah sama sekali jika hamba berbuat maksiat. Jika seluruh
makhluk yang ada di muka bumi ini beriman, tidak akan menambah kerajaan-Nya
sedikit pun juga. Begitu pula jika seluruh makhluk yang ada di muka bumi kafir,
tidak pula mengurangi kerajaan-Nya sedikit pun.
4.
Ciri-Ciri Orang Bersyukur
Dalam
tausiyah yang disampaikan oleh K.H. M. Arifin Ilham menyebutkan bahwa ada 3
ciri -ciri orang yang bersyukur, yaitu ;
Ø Orang yang bersyukur maka ia akan banyak berzikir kepada
ALLAH SWT.
Ø Orang yang kurang bersyukur maka ia kurang berdzikir
kepada ALLAH SWT.
Ø Orang tidak bersyukur
maka orang tidak berdzikir kepada ALLAH SWT.
Dalam hal
inipun Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa saja yang pada pagi harinya
membaca dzikir tersebut, maka ia telah menunaikan syukurnya pada hari itu. Dan
siapa saja yang membaca dzikir tersebut pada sore harinya, maka ia telah
menunaikan syukurnya pada malam hari itu. (HR Abu Daud, An-Nasa-i, menurut Imam
Nawawi, hadits ini Isnad hadits ini bagus dan Abu Daud tidak
mendha'ifkannya. Namun menurut Syekh Nashiruddin al-Albani hadits ini dha'if)
Syekh Abul Hasan Ubaidullah al-Mubarakfuri berkata dengan
mengutip dari Imam Asy-Syaukani, "Hadits Rasulullah ini mengandung faedah
agung dan perilaku mulia, sebab hadits ini telah menjelaskan bahwa kosa kata
yang singkat dan pendek ini telah mampu menunaikan kewajiban bersyukur.
5. Mengapa Harus
Bersyukur & Bagaimana Cara Bersyukur?
Karena jumlah kenikmatan yang Allah
berikan kepada manusia sangat banyak, dan apabila mausia mau menghitungnya
niscaya dia tidak akan mampu melakukannya
Dengan
demikian, manusia akan terus berusaha untuk secara terus menerus mensyukurinya.
Seperti yang dilakukan Rasulullah saw. Beliau terus melakukan shalat malam yang
panjang dan sangat baik, sehingga telapak kaki beliau bengkak-bengkak. Saat
'Aisyah ra bertanya, “Bukankah dosa engkau yang telah lalu dan yang akan datang
telah diampuni oleh Allah?" Maka beliau saw menjawab, "Tidakkah
aku menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?" (HR Muslim, no 2819).
Namun, perasaan
bahwa manusia tidak akan mampu mensyukuri nikmat Allah, bisa menjadi
kontraproduktif. Ini akan menjadikan manusia frustrasi dan putus asa untuk
dapat mensyukuri nikmat Allah dan sikap ini tentunya tidak dibenarkan oleh
Islam. Oleh karena itu, ada dua cara yang ditawarkan Rasulullah dalam hal ini,
yaitu:
1. Setiap hari hendaklah manusia menunaikan shalat Dhuha.
Terkait hal ini beliau bersabda, "Semua itu cukup tergantikan dengan dua
rakaat Dhuha” (HR Muslim, hadits no. 720). Maksudnya, shalat Dhuha bernilai
cukup untuk menggantikan kewajiban setiap ruas tulang belulang manusia dalam
menunaikan kewajibannya untuk bersyukur.
2. Hendaklah seorang manusia merutinkan membaca dzikir pagi
dan sore dengan bacaan sebagai berikut: Allahumma ma ashbaha bi (kalau
sore membaca: Allahumma ma amsa bi) min ni'matin auw bi ahadin min
khalqika faminka wahdaka la syarika laka, falakal hamdu walakasy-syukru. Yang
artinya "Ya Allah, kenikmatan apa saja yang engkau berikan kepadaku pada
pagi hari ini, atau pada sore hari ini, atau yang engkau berikan kepada
siapa pun dari makhluk-Mu, maka semua itu adalah dari-Mu semata, tidak ada
sekutu bagi-Mu, maka, untuk-Mu segala puji dan untuk-Mu pula segala syukur.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bersyukur berarti kita
mensyukuri apa yang diberikan ALLAH SWT kepada kita dengan kekuatan iman dan
meyakini bahwa segala sesuatu tidak ada yang sia- sia. Kita dapat mensyukuri
nikmat dengan cara berdzikir, dengan lisan kita dapat mengucapkan alhamdulilla,
dengan hati yaitu meyakini bahwa segala bentuk nikmat & berkah datangnya
semata hanya dari ALLAH SWT dan kita dapat mensyukuri nikmat ALLAH
SWT dengan perbuatan kita dengan melaksanakan segala perintah dan menjauhi
segala larangan-Nya.
Segala bentuk
syukur kita merupakan rasa terimakasih kita kepada ALLAH SWT, dan
manusia yang tidak mau bersyukur maka ia akan rugi karena ALLAH SWT tidak
membutuhkan rasa syukurpun dia tidak akan dirugikan yang pada dasarnya ALLAH
SWT maha kaya akan sesuatu melainkan orang yang bersyukur ia mensyukuri untuk
dirinya sendiri.
B. Pesan Dan Saran
Demikianlah makalah yang
kami buat, semoga dapat bermanfaat dan memberikan pencarahan bagi kita khusunya
dalam bersyukur dan dapat membangkitkan kembali semagat untuk bersyukur.
Kami sangat membutuhkan pesan dan saran
pembaca apabila makalah yang kami buat memiliki kekurangan dalam menyusun, agar
untuk kedepannya akan lebih baik dari ini.
DAFTAR
PUSTAKA
§ Pendidikan Akhlak 10, Edisi Revisi,
Untuk SMA/SMK/MA Muhamadiyah
§ Tausiyah K.H M Arifin Ilham Pada
peringatan hari ulang tahun brimob ke-66 di mako, kelapa gading, jakarta
tentang bersyukur
§ Esiklopedia Islam
Komentar
Posting Komentar